Proses Menerima Kehamilan

Saya menikah pada 13 Oktober 2015. Selepas menikah, saya dan suami memang bersepakat untuk menunda memiliki anak hingga saya berhasil mendapatkan sekolah S2. Untuk menjaga agar rencana tersebut berhasil, kami berhubungan seksual dengan cara yang aman, yakni menggunakan alat kontrasepsi (kondom). Sejauh pengamatan kami, sepertinya rencana kami akan berhasil. Saya sudah daftar IELTS preparation di IALF pada awal 2016, kemudian mengejar tes IELTS, beasiswa dan LOA setelahnya.

Berhubungan seksual dengan kondom memang mengurangi kenikmatan, entah bagaimana kami mulai mencoba untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi di bulan Januari 2016, sperma dikeluarkan di luar, namun ternyata kami juga curang karena pernah juga berhubungan seksual dengan sperma tidak dikeluaurkan di luar. Saya memiliki kebiasaan turunan Ibu saya, untuk mencata setiap siklus

Gentle Birth

Sebelum saya memiliki anak, bahkan sebelum saya menikah, saya suka sekali membaca website bidankita.com, sebuah website yang dibuat oleh Bu Yesie Aprilia untuk menyebarluaskan informasi tentang gentle birth.

Setelah menyelami artikel, tulisan, dan video yang dibuat oleh Bu Yesi, saya sadar bahwa kunci dari gentle birth adalah “pemberdayaan”. Yang lebih unik, pemberdayaan tidak hanya diperuntukkan untuk Ibu, namun Bapak pun harus berdaya agar persalinan bisa lancar, sehat, dan minim trauma.